Archive for the ‘bebas’ Category

Sore Itu part.4

Posted: July 3, 2017 in bebas

Ku lukai dan mati.

(Akhirnya aku sendiri yang menyelesaikan cerita ini, karena dosaku)

Kening

Posted: June 27, 2017 in bebas

Ada do’a terselip disetiap kecupan di keningmu.

“Tuhan, satukanlah kami. Ku sangat menyayanginya.”

Bingkisan-Mu

Posted: June 25, 2017 in bebas

Akhirnya bingkisan ramadhan-Mu datang, sehari sebelum ramadhan tahun ini berakhir. Bukan bingkisan seperti yang ku harapkan, namun Kau memberi lebih dari itu. Tak berwujud.

Kau memberikan pelajaran untukku, pelajaran untuk bersabar, menahan keegoisanku. Keegoisan yang telah membawaku ke alur cerita yang semakin rumit, namun semakin mudah pula untuk ku pahami.

Tuhan, apakah aku terlalu jahat untuknya? Apakah aku tak bisa buat dia bahagia? Apakah aku hanya kan menyakiti hatinya?

Emosinya karena keegoisanku, air matanya karena keegoisanku. Lagi, lagi, dan lagi. Entah sudah berapa kali aku membuatnya meneteskan air mata. Entah sudah berapa kali aku membuatnya sakit hati. Karena rasa ingin tahuku yang berlebihan.

Namun terima kasih Tuhan. Dengan air matanya aku benar-benar bisa melihat kepedihannya, tentang hidupnya. Dengan air matanya aku bisa menerka apa yang membuatnya masih bertahan.

Antara Rindu dan Cemburu

Posted: June 22, 2017 in bebas

Ku pastikan apa yang kurasakan ini adalah rindu.

Rindu padamu, padamu, dan hanya padamu. Pada seseorang yang bukan kekasihku, namun telah membuatku jatuh hati. Pada seseorang yang ku miliki namun tak ku miliki. Pada seseorang yang menyayangiku, namun kekasih orang lain.

Maafkan ku karena rindu ini benar terjadi. Maafkan ku karena hati ini terlanjur memilihmu tuk ku rindu, tuk ku sayangi.

Ku tahu kita saling sayang, namun kau masih kaku. Ku tahu kita saling sayang, namun kau belum bisa melepas dirinya.

Apakah ku harus merindumu, menyayangimu dengan segala rasa cemburu ini, rasa sakit hati ini?

Cemburu saat kau bersamanya, sakit hati saat dia memelukmu. Cemburu saat kau berdua dengannya, sakit hati saat dia menciummu. Cemburu dan sakit hati ini benar-benar tak bisa ku hindari.

Sampai kapan ku kan bisa bertahan, antara rindu dan cemburu yang bercampur menjadi satu.

Bingkisan Ramadhan dari Tuhan

Posted: June 19, 2017 in bebas

Sudah sangat lama ramadhan kala itu pergi, ramadhan yang berlalu dengan sangat banyak cerita.

Cerita tentang senyum, tawa, bahagia, namun berakhir dengan kekecewaan dan kepergian.

Tak sulit tuk mengingat ramadhan itu, namun sangat sulit tuk dituliskan dalam kata. Kan banyak cerita yang tertuang, kan banyak kepedihan, dan juga penyesalan.

Kini ramadhan yang baru telah datang, ramadhan yang hanya menyisakan beberapa hari saja.

Ramadhan yang sangat jauh berbeda dengan ramadhan kala itu. Ramadhan yang banyak dilalui dengan rasa pedih dan kecewa.

Namun ramadhan ini belum berakhir, Tuhan. Akankah Kau buat ramadhan yang berkebalikan dengan ramadhan kala itu? Ataukah Kau akan membuat cerita yang lebih pedih pada ramadhan kali ini?

 

Kutunggu bingkisan ramadhan dari-Mu, Tuhan.

Sawangen

Posted: June 19, 2017 in bebas

Hae blog yang usang. Dah hampir 3 tahun nih gak pernah kebuka. Apa kabar?

Jan nganti sawangen tenan blog iki, nganti koyo ati sing ra tau keisi 😦

Sakjane sih meh tak pensiunke sejak saat itu, saat ku aku menulis cerita “Sore Itu part.3”

Tapi jebulnya kalimat terakhirnya masih titik-titik, belum titik aja. Mbuh lali tak sengojo opo ora.

Lha kok ndilalah setelah hampir 3 tahun berlalu ada tanda2 kelanjutan ceritane kuwi. Mungkin pengarepane Tuhan, cerita tentang “Sore Itu” kudu diakhiri dengan tanda titik aja po ya.

 

Tuhan ki cen gayeng kok, Maha Dahsyat dengan segala alur cerita-Nya.

Sore Itu part.3

Posted: July 29, 2014 in bebas

Suatu sore dari kamar atas ku tengok keluar, ada seorang laki-laki mengetuk pintu rumah dengan membawa sebuah bingkisan di akhir Ramadhan tahun ini. Akupun turun dan membukakan pintu. Ternyata orang itu membawa parcel lebaran yang ditujukan kepadaku, parcel lebaran yang berisi peralatan ibadah.
Ku buka kartu ucapan didalam parcel itu, tanpa nama. Hanya ada ucapan selamat hari raya, ucapan permintaan maaf, dan sebuah tanda tangan. Tak asing bagiku dengan tanda tangan itu, tanda tangan yang sama dengan tanda tangan yang memenuhi bungkus rokok yang masih ku simpan sampai saat ini. Tanda tangan seorang wanita, Adin.

Aku kembali ke kamar atas untuk mengambil handphone ku, berniat menelpon Adin dan mengucapkan terima kasih atas pacel itu. Berulang kali ku coba telpon dia, tak ada jawaban sama sekali.

Hingga suatu hari ku dengar bahwa dia telah……